Jumat, 20 Januari 2017

Marketing Mix "Tahu Bakso Sehati"

pemasaran tahu bakso abu bakar

BAGIAN 9

STUDI KASUS "TAHU BAKSO SEHATI" 
Menerapkan Strategi Pemasaran Bagian 1-8

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Allohumma innaa nas-aluka 'ilman naafi'an wa 'amalan maqbuulan wa rizqon thoyyibaa.

Ya Allah kami memohon ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan rizqi yang baik. Aamiin.

Menarik sekali, setelah delapan episode kita berkuliah WA tentang Strategi Pemasaran, kami menerima produk baru "bakso tahu bermerk SEHATI". Marilah kita menyoroti/evaluasi produk "Sehati" ini sebagai studi kasus.

PRODUCT

Dari sisi produk bagus, termasuk dalam produk ini pack alumunium foil yang baik. Nama, bagus "Sehati", meski pujangga Inggris Shakespeare berkata "What's in a name" (apa arti sebuah nama), dalam Strategi Pemasaran nama ini penting sekali. Karena itulah brand yang kita komunikasikan di pasar nanti melalui kegiatan promotion mix kita.

Di atas tadi saya katakan nama "Sehati" cukup baik, namun kalau saya boleh usul (tapi tidak perlu diubah) karena tahu bakso berupa snack/makanan kecil yang berhubungan dengan taste/rasa, kok tidak langsung pakai nama "tahu bakso ECO" atau ECO RAOS, seperti mi "Sedap" Kecap "Sedap".

Tapi tidak selalu. Konon untuk sebuah nama/merk ada pengusaha yang mencari "wangsit" di tempat-tempat kramat, dan akhirnya mendapat nama yang jauh/tidak ada hubungan dengan produknya seperti merk-merk rokok.

Nama/merk makin simpel makin baik, karena mudah diingat dan mudah di komunikasikan atau diiklankan. Seperti Lux, Bango Sedap, LA, Oreo, ABC dan lainnya.

Nama/merk bisa juga nyontek nama produk yang sudah sukses beredar di pasar. Wing's Group yang berpusat di Surabaya memproduksi sabun mandi GIV. Format tiga huruf seperti Lux, So Klin yang terdengar seperti So Rin merknya Unilever Rinso, meski ia punya arti makin bersih (So Clean).

PRICE

Mudah-mudahan sudah dihitung.

Calculated price

  • Bahan baku 60% dari harga jual
  • 10% Cost of production
  • 10% Cost of marketing
  • 10% Lain-lain
  • 10% Profit/laba

Empiric Price agak sulit, karena produk sejenis belum ada di pasar*. Bisa dibandingkan dengan produk yang agak mendekati, misalnya Taro (Unilever), produk-produk dari Indofood Pritolay.

* Produk sejenis belum ada di pasar, merupakan value added / nilai tambah / plus point yang akan kita pakai sebagai salah satu "copy write" pada advertising yang merupakan bagian dari promotion mix, terutama untuk brosur, POP/POS/Banner (Point of Purchase/Point of Sales) yang kita pasang di minimarket dan supermarket.

PLACE

Satu prestasi yang bukan main, Ibu Erma Assegaf, produsen tahu bakso "Sehati", anggota WAG TDA, telah berhasil memasukkan produknya ke minimarket Indomaret, yang kita tahu punya jejaring/network luas di seluruh Indonesia.

Komentar :
Akibat Sari Wangi oleh Unilever. Link berita Kontan 

Ya, itulah simbiose mutualitis, kerja sama saling menguntungkan antar coy / company / perusahaan. Unilever yang sudah sukses dalam channel of distribution (place) dilirik oleh perusahaan lain untuk kerja sama dalam bidang pemasaran. Di samping Unilever-nya juga proaktif menambah range product yang dia belum punya tanpa mendirikan pabrik sendiri.

Kerja sama itu bisa hanya dalam bidang pemasaran, bisa sebagian saham dibeli, bisa sampai akusisi total. Yang cikal bakal pabrik sendiri ya food (Blue Band, Royco, ditambah Bango, Sariwangi, seingat saya juga Taro, Knor saya pernah dengar diambil juga, Mie & Me gagal)

Deterjen dan TP kelihatannya tidak menambah dari luar tapi diversifikasi di segmen pasar. Shampoo tidak hanya Sunsilk, tapi dia buat juga Clear dan Dove. Di samping diversifikasi dalam varian dan jenis rambut untuk Sunsilk dan Clear. Ini antara lain untuk menghadapi kompetitor, P&G.

Saya memberi contoh kepada "Sehati" karena mungkin belum ada produk lain yang tepat sama (tahu bakso) bisa dibandingkan produk snack lain yang mendekati seperti produk-produk dari PT.Indofood Fritolay, Sanfood, atau Taro.

Terima kasih atas kliping Kontannya tentang Sariwangi.

Komentar : 
Terima kasih sharing dan diskusinya Pak Abu Bakar Alkaf. Sangat menambah wawasan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar